REDAKSI UTAMA.KOTA GORONTALO – Polresta Gorontalo Kota menggelar kegiatan Jumat Curhat bersama tenaga kesehatan dan pengemudi becak motor (bentor). Kegiatan tersebut menjadi wadah untuk memperkuat sinergi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Jumat Curhat digelar di Ruang PPA Sat Reskrim Polresta Gorontalo Kota, Jumat (2/10/2026), pukul 08.10-09.00 Wita. Kegiatan dirangkaikan dengan sarapan bersama dan pemberian tali asih.
Kapolresta Gorontalo Kota Kombes Pol Muhammad Djunaeddy Johnny memimpin langsung kegiatan tersebut. Ia didampingi sejumlah pejabat utama (PJU) Polresta Gorontalo Kota.
Turut hadir pengurus Forum Gerakan Aliansi Kesehatan Gorontalo yang dipimpin Ketua Umum Ns Moh Firgiawan Mustaki serta Ketua Pembina Ikatan Pengemudi Bentor Provinsi Gorontalo Iwan Abdullatief. Sekitar 10 perwakilan pengemudi bentor juga hadir dalam kegiatan tersebut.
Dalam pertemuan itu, Polresta Gorontalo Kota bersama Forum Gerakan Aliansi Kesehatan Gorontalo membangun komitmen untuk menolak segala bentuk kekerasan, intimidasi dan premanisme di lingkungan fasilitas pelayanan kesehatan.
Komitmen tersebut ditujukan agar tenaga kesehatan dapat menjalankan tugas secara aman, profesional dan bermartabat tanpa rasa takut.
“Kami hadir untuk mendengar langsung sekaligus merangkul seluruh elemen masyarakat, baik tenaga kesehatan maupun rekan-rekan pengemudi bentor,” kata Kombes Junaeddy.
Dia menegaskan fasilitas kesehatan merupakan ruang publik yang harus terbebas dari intimidasi dan aksi premanisme. Menurutnya, kondisi tersebut penting untuk memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dapat berjalan maksimal.
“Rumah sakit dan fasilitas kesehatan adalah ruang publik yang harus bebas dari segala bentuk intimidasi dan premanisme agar pelayanan kepada masyarakat berjalan maksimal,” ujarnya.
Selain membahas keamanan di fasilitas kesehatan, polisi juga mendengarkan aspirasi dan keluhan para pengemudi bentor terkait situasi kamtibmas di jalan raya.
Polresta Gorontalo Kota sekaligus memberikan imbauan kepada para pengemudi bentor untuk mengutamakan keselamatan dan kenyamanan dalam berlalu lintas.
“Keselamatan dan kenyamanan para pengemudi bentor di jalan raya juga menjadi perhatian serius kami,” tutur Junaeddy.
Dia mengajak seluruh elemen masyarakat ikut menjaga keamanan Kota Gorontalo melalui komunikasi dan kerja sama.
“Mari kita jaga bersama Kota Gorontalo agar tetap aman, damai, dan kondusif melalui komunikasi yang terbuka dan penegakan hukum yang berkeadilan,” pungkasnya.
Kegiatan kemudian ditutup dengan dialog interaktif dan penyerahan tali asih secara simbolis oleh Kapolresta Gorontalo Kota kepada para pengemudi bentor serta perwakilan aliansi kesehatan.
Kegiatan berlangsung aman dan tertib serta menjadi bagian dari upaya mempererat kemitraan antara kepolisian dan masyarakat di wilayah hukum Polresta Gorontalo Kota.











