REDAKSI UTAMA.BONE BOLANGO – Bupati Bone Bolango Ismet Mile meminta Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) aktif mendeteksi persoalan masyarakat hingga tingkat keluarga. Dia menegaskan PKK harus menjadi mitra strategis pemerintah dalam memastikan warga mendapatkan pelayanan yang dibutuhkan.
Hal itu disampaikan Ismet saat menghadiri Sosialisasi Hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) X PKK Tahun 2025 bagi TP PKK Kabupaten, Kecamatan, Desa dan Kelurahan di Aula Bappeda Litbang Bone Bolango, Rabu (26/8/2026).
Ismet mengatakan, implementasi hasil Rakernas X PKK harus berorientasi pada dua tujuan utama, yakni menjaga stabilitas daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Pertemuan kita hari ini adalah untuk mengimplementasikan seluruh hasil Rakernas PKK. Arahnya pada dua hal, yaitu menciptakan stabilitas daerah dan mensejahterakan masyarakat,” tegas Ismet.
Menurutnya, PKK tidak boleh hanya menjalankan kegiatan seremonial atau sebatas memenuhi agenda organisasi. Seluruh program harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan menjadi bagian dari upaya pemerintah menyelesaikan persoalan warga.
Dia menilai, keunggulan PKK terletak pada jaringan organisasinya yang menjangkau masyarakat hingga tingkat bawah melalui kelompok Dasawisma. Jaringan tersebut dinilai dapat membantu pemerintah mengidentifikasi berbagai persoalan sosial secara lebih cepat.
“Yang paling tahu kondisi masyarakat di lapis bawah adalah PKK dan Dasawisma. Ada yang sakit, ada yang kurang gizi, semua itu harus dilaporkan ke tingkat atas sampai kepada bupati, sehingga tidak ada masyarakat yang tidak terlayani,” ujarnya.
Ismet mengingatkan seluruh kader PKK agar tidak hanya menonjolkan penampilan atau aktivitas organisasi. Menurutnya, keberadaan PKK harus dibuktikan melalui kerja nyata yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
“PKK bukan penampilan baju yang serba keren. Saya berharap kegiatan PKK ini merupakan wajib hukumnya bagi semua yang bernama PKK dan Dasawisma,” katanya.
Dia menambahkan, hampir seluruh urusan pemerintahan memiliki ruang keterlibatan PKK, terutama dalam mengidentifikasi masalah sosial, membangun komunikasi dengan keluarga, serta menyampaikan kebutuhan masyarakat kepada pemerintah.
Karena itu, Ismet meminta peran, fungsi, dan tugas PKK terus dikembangkan agar organisasi tersebut semakin optimal menjadi mitra kerja sekaligus ruang diskusi pemerintah dalam menangani berbagai persoalan masyarakat.
“PKK ini mitra kerja dan diskusi pemerintah. Seluruh kegiatan pemerintah hampir tidak ada yang tidak melibatkan PKK untuk bersama-sama menangani tugas pemerintahan,” jelasnya.
Ismet berharap hasil Rakernas X PKK tidak berhenti pada sosialisasi di tingkat kabupaten. Program tersebut harus diterjemahkan menjadi aksi nyata oleh TP PKK kecamatan, desa, kelurahan hingga kelompok Dasawisma.
Dengan jaringan yang menjangkau keluarga, PKK diharapkan dapat membantu pemerintah mendeteksi persoalan lebih awal, mempercepat pelaporan kondisi warga, serta memastikan program pemerintah menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
“Peran, fungsi dan tugas PKK ini harus dikembangkan. Ending dari kegiatan kita adalah kesejahteraan,” pungkas Ismet.














