REDAKSI UTAMA.BONE BOLANGO – Bencana kekeringan parah kian meluas dan menekan kehidupan masyarakat di Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo. Tercatat hingga 9 September 2026, sebanyak 1.763 kepala keluarga (KK) atau sekitar 6.846 jiwa warga yang tersebar di 12 kecamatan dan 28 desa mengalami krisis air bersih.
Merespons kondisi krisis tersebut, tim gabungan telah menyalurkan lebih dari 1 juta liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan harian warga yang terdampak.
“Distribusi air bersih akan terus dilakukan secara bertahap ke seluruh wilayah terdampak dengan mengoptimalkan seluruh armada yang tersedia,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Bone Bolango, Achril Babyonggo.
Untuk menjangkau titik-titik kekeringan, sebanyak tujuh armada tanki air dikerahkan secara terpadu. Armada tersebut merupakan gabungan dari BPBD Bone Bolango, BPBD Provinsi Gorontalo, PMI Bone Bolango, BPBPK Provinsi Gorontalo, serta Dinas Sosial Provinsi Gorontalo.
Hingga laporan sementara ini diturunkan, akumulasi air bersih yang telah digelontorkan ke pemukiman warga mencapai 1.020.060 liter.
Achril menegaskan, pemetaan dan penanganan bencana tidak hanya berfokus pada lokasi yang sudah terdata, tetapi juga terus bergerak dinamis mengikuti perkembangan kondisi krisis di lapangan. Setiap laporan kebutuhan dari masyarakat akan langsung menjadi acuan penentuan prioritas lokasi distribusi berikutnya.
Koordinasi lintas instansi pun terus diperketat agar penanganan tidak terkendala, terutama untuk menjangkau desa-desa terpencil yang mengalami dampak kekeringan paling parah.
“Kami memastikan warga tetap mendapatkan air bersih bukan sekadar bagian dari penanganan bencana, tetapi menyangkut kebutuhan dasar yang harus segera dipenuhi ketika kekeringan mulai memukul kehidupan masyarakat,” tegas Achril.









