Pemkab Bone Bolango Pastikan Jalan Tulabolo-Pinogu Dibangun dengan Kajian Ekologi

banner 468x60

REDAKSI UTAMA.Bone Bolango – Pemerintah Kabupaten Bone Bolango memastikan rencana pembangunan akses jalan Tulabolo-Pinogu tetap memperhatikan kelestarian lingkungan. Sebelum desain jalan ditetapkan, Pemkab menggandeng akademisi untuk melakukan survei ekologis di kawasan Taman Nasional Nani Wartabone.

Survei tersebut dilakukan untuk memetakan habitat satwa, koridor perlintasan satwa liar, serta keberadaan flora endemik yang berada di sepanjang jalur pembangunan jalan.

banner 728x90

Pembahasan Survei Ekologis Koridor Satwa, Habitat, Lintas Satwa, dan Flora Endemik ruas jalan Tulabolo-Pinogu berlangsung di Kantor Bappeda Litbang Kabupaten Bone Bolango, Selasa (21/7/2026).

Sekretaris Daerah Bone Bolango, Iwan Mustapa, mengatakan pembangunan akses menuju Kecamatan Pinogu merupakan kebutuhan strategis masyarakat yang telah lama dinantikan. Namun, proses pembangunan harus tetap berjalan seiring dengan perlindungan kawasan ekologis.

“Jalan Tulabolo-Pinogu ini penting bagi masyarakat dan menjadi kepentingan bersama. Tetapi dalam perencanaannya kita wajib memperhatikan kepentingan ekologis yang harus dilindungi,” ujar Iwan.

Menurutnya, survei ekologis menjadi langkah penting untuk mengidentifikasi potensi dampak lingkungan serta menyusun langkah mitigasi sebelum pembangunan dimulai.

Hasil kajian tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan desain teknis jalan, pola penanganan kawasan, hingga upaya perlindungan ekosistem di sekitar koridor pembangunan.

“Survei ini akan menjadi bahan pertimbangan untuk memitigasi berbagai risiko yang mungkin muncul ketika akses jalan dibuka. Semua masukan yang diperoleh akan menjadi poin penting dalam penyusunan desain dan pengelolaan jalan ke depan,” jelasnya.

Saat ini, tahapan pembangunan masih berada pada tahap rancangan awal. Tim ekologi yang melibatkan akademisi dari perguruan tinggi akan melakukan survei lapangan untuk mengkaji kondisi kawasan secara lebih mendalam.

Tim tersebut akan memetakan jalur habitat satwa, lokasi perlintasan satwa liar, sumber air yang dimanfaatkan satwa, hingga titik-titik yang membutuhkan perlakuan khusus.

Iwan menyebut hasil survei lapangan akan menentukan desain jalan yang paling sesuai, termasuk langkah mitigasi agar pembangunan tidak mengganggu keseimbangan ekosistem.

“Hasil survei lapangan ini nantinya akan menjawab bagaimana desain jalan yang paling tepat, perlakuan terhadap kawasan seperti apa yang harus dilakukan, serta langkah-langkah mitigasi yang diperlukan agar pembangunan tetap berjalan tanpa mengganggu ekosistem lingkungan di kawasan Taman Nasional Nani Wartabone,” katanya.

Pemkab Bone Bolango berharap pembangunan jalan Tulabolo-Pinogu dapat menjadi contoh pembangunan infrastruktur berkelanjutan. Jalan tersebut diharapkan mampu membuka akses masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dan habitat satwa endemik di kawasan Taman Nasional Nani Wartabone.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed