REDAKSI UTAMA.Bone Bolango – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Bone Bolango terus mengalami peningkatan setelah sempat berada di bawah target pada awal pelaksanaan. Penguatan koordinasi lintas sektor dan peran aktif jajaran kesehatan hingga tingkat puskesmas disebut menjadi kunci meningkatnya capaian program tersebut.
Sekretaris Daerah (Sekda) Bone Bolango Iwan Mustapa menyampaikan hal itu saat menghadiri Evaluasi Pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) Kabupaten Bone Bolango di Grand Q Hotel Kota Gorontalo, Jumat (3/7/2026).
Menurut Iwan, CKG merupakan program strategis nasional yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian target, tetapi juga menjadi upaya membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan dan deteksi dini penyakit.
“Awal-awal pelaksanaannya memang masih rendah. Namun Alhamdulillah, berkat konsolidasi yang baik oleh Dinas Kesehatan bersama seluruh puskesmas, capaian kita terus meningkat. Ini harus terus dipertahankan dan ditingkatkan,” ujar Iwan.
Ia menegaskan, pemeriksaan kesehatan secara rutin menjadi langkah penting untuk mengetahui kondisi tubuh lebih awal. Dengan begitu, potensi penyakit dapat ditangani sebelum berkembang menjadi lebih berat.
“Jangan sampai masyarakat datang ke puskesmas atau rumah sakit saat sudah sakit. Upaya pencegahan dan deteksi dini inilah yang menjadi fondasi dasar dalam menjaga kesehatan masyarakat,” tegasnya.
Iwan juga mengungkapkan tantangan sektor kesehatan saat ini semakin kompleks. Salah satunya dampak penonaktifan sekitar 17 ribu peserta BPJS Kesehatan yang berpengaruh terhadap akses layanan kesehatan masyarakat.
Karena itu, menurut dia, keberadaan program CKG menjadi semakin penting untuk memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan.
Dalam evaluasi tersebut, sejumlah puskesmas mendapat apresiasi karena mampu melampaui rata-rata capaian nasional. Puskesmas Kabila, Bone, Kabila Bone, dan Toto Utara tercatat telah mencapai lebih dari 50 persen target pelaksanaan CKG.
Meski demikian, Iwan meminta puskesmas yang masih berada di bawah target agar segera melakukan percepatan. Ia menilai waktu enam bulan hingga akhir tahun masih cukup untuk mengejar capaian yang telah ditetapkan.
“Juli dan Agustus merupakan momentum yang sangat baik karena banyak kegiatan masyarakat berlangsung. Tahun ajaran baru sekolah juga sudah dimulai. Ini harus dimanfaatkan untuk mengoptimalkan pemeriksaan kesehatan gratis, terutama bagi anak-anak sekolah dan masyarakat di desa-desa,” katanya.
Untuk mendongkrak capaian program, Iwan mendorong kolaborasi antara tenaga kesehatan dengan pemerintah desa, kecamatan, sekolah, serta berbagai unsur masyarakat.
Menurutnya, tantangan terbesar bukan hanya menyediakan layanan kesehatan, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat agar mau melakukan pemeriksaan secara rutin.
“Masyarakat masih ada yang takut diperiksa karena berbagai stigma. Karena itu kepala puskesmas tidak boleh bekerja sendiri. Libatkan kepala desa, camat, tokoh masyarakat, dan seluruh stakeholder untuk bersama-sama mengedukasi masyarakat,” ujarnya.
Ia memastikan pemerintah daerah akan terus mendukung kebutuhan penunjang program, mulai dari tenaga kesehatan, sarana prasarana, hingga alat dan bahan medis habis pakai.
Berbagai kendala yang ditemukan dalam evaluasi akan dibahas lebih lanjut dan dilaporkan kepada Bupati Bone Bolango untuk mendapatkan solusi.
“Kesehatan masyarakat adalah prioritas. Karena itu seluruh pihak harus bergerak bersama memastikan program pemeriksaan kesehatan gratis berjalan optimal dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Bone Bolango,” pungkas Iwan.











