REDAKSI UTAMA.Bone Bolango – Pemerintah Kabupaten Bone Bolango menegaskan komitmennya mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. Salah satu fokusnya adalah mendorong anak-anak tetap melanjutkan pendidikan dan menekan angka putus sekolah.
Komitmen itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Bone Bolango Iwan Mustapa saat menghadiri penamatan dan perpisahan siswa kelas IX SMP Negeri 1 Tapa, Rabu (10/6/2026).
Dalam sambutannya, Iwan mengajak para siswa untuk terus melanjutkan pendidikan, mengejar cita-cita setinggi mungkin, serta membanggakan orang tua melalui prestasi dan karakter yang baik.
“Saya merasa senang, bangga, dan bahagia bisa berada di tempat ini. Saya juga pernah melalui proses belajar sebagai siswa. Masa sekolah adalah masa yang akan selalu dikenang, termasuk berbagai pelajaran berharga yang diberikan para guru untuk membentuk karakter dan masa depan kita,” kata Iwan.
Ia menegaskan keberhasilan seorang anak tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari kemampuan membalas perjuangan orang tua dengan kesuksesan dan perilaku yang baik.
“Orang tua tidak membutuhkan ucapan terima kasih. Yang mereka harapkan adalah melihat anak-anak mereka berhasil, menjadi pribadi yang baik, dan membuat mereka bangga. Karena itu, jangan pernah berhenti belajar,” ujarnya.
Iwan juga mengingatkan para siswa agar terus memiliki mimpi besar. Menurutnya, pendidikan menjadi jalan utama untuk mewujudkan cita-cita.
“Jangan pernah berhenti bercita-cita. Gaungkan cita-cita setinggi langit. Masa depan ada di tangan adik-adik sekalian,” ucapnya.
Menurut Iwan, kelulusan dari jenjang SMP bukanlah akhir perjalanan pendidikan, melainkan awal untuk melanjutkan ke tingkat yang lebih tinggi.
“Hari ini adik-adik menerima ijazah pendidikan menengah pertama. Ini bukan finish, tetapi tiket keberangkatan menuju pendidikan yang lebih tinggi. Jangan sampai ada yang putus sekolah,” tegasnya.
Ia mengungkapkan, berdasarkan laporan pemerintah daerah, angka putus sekolah di Kabupaten Bone Bolango masih mencapai sekitar 1.900 anak dengan berbagai faktor penyebab. Karena itu, kolaborasi keluarga, sekolah, dan pemerintah dinilai penting untuk memastikan seluruh anak tetap memperoleh hak pendidikan.
“Berdasarkan laporan yang kami terima, angka putus sekolah di Bone Bolango masih berada di kisaran 1.900 anak. Karena itu, peran keluarga, sekolah, dan pemerintah harus terus diperkuat agar tidak ada lagi anak-anak yang kehilangan kesempatan mengenyam pendidikan,” katanya.
Pada kesempatan itu, Iwan juga menyampaikan apresiasi kepada para guru yang terus mengabdikan diri dalam mendidik generasi muda.
“Terima kasih kepada para guru yang terus berjuang mendidik dan membimbing anak-anak kita. Dedikasi yang diberikan merupakan investasi besar bagi kemajuan daerah dan bangsa,” tuturnya.
Menutup sambutannya, Iwan menitipkan tiga pesan kepada para siswa, yakni menjaga rasa ingin tahu, meningkatkan keimanan dan rasa syukur kepada Allah SWT, serta selalu menghormati orang tua.
“Jangan pernah berhenti memiliki rasa ingin tahu, jangan pernah berhenti bersyukur dan beribadah kepada Allah SWT, dan jangan pernah berhenti menghormati orang tua. Adik-adik sekalian adalah generasi emas tahun 2045 yang kelak akan menjadi pemimpin masa depan bangsa,” pungkasnya.












