REDAKSI UTAMA.BONE BOLANGO – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bone Bolango menargetkan sebanyak 1.312 hektare lahan persawahan menerapkan metode Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM AAS) pada musim tanam tahun ini.
Target tersebut disampaikan Kepala DKPP Kabupaten Bone Bolango, Roswaty Agus, saat menghadiri kegiatan Gerakan Tanam Padi Sawah dengan metode PM AAS di Desa Ayula Timur, Kecamatan Bulango Timur, Minggu (11/10/2026).
Roswaty menjelaskan, PM AAS merupakan metode pertanian modern yang dikembangkan oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia untuk meningkatkan produktivitas padi sekaligus mendukung upaya mewujudkan swasembada pangan nasional.
Menurutnya, metode tersebut telah diujicobakan dalam kegiatan Pekan Nasional (Penas) Petani dan Nelayan yang berlangsung di Kabupaten Gorontalo pada Juni 2026.
Hasil uji coba yang dilakukan Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) menunjukkan bahwa penerapan metode PM AAS berpotensi meningkatkan hasil panen secara signifikan.
Jika sebelumnya produktivitas padi berkisar enam hingga tujuh ton per hektare, melalui metode PM AAS hasil panen dapat mencapai lebih dari 10 ton per hektare.
“Metode ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan produksi padi. Keberhasilan pengembangannya oleh Kementerian Pertanian kemudian diimplementasikan kepada para petani di seluruh Indonesia agar produktivitas padi semakin meningkat,” jelas Roswaty.
Ia menambahkan, DKPP Bone Bolango akan mengoptimalkan peran Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) untuk mendorong penerapan metode tersebut di tingkat petani.
Dengan dukungan lebih dari 110 PPL yang tersebar di Kabupaten Bone Bolango, pemerintah daerah menargetkan perluasan penerapan PM AAS hingga mencapai 1.312 hektare lahan sawah.
Setiap PPL memiliki tanggung jawab pendampingan terhadap sekitar 13 hektare lahan persawahan. Pendampingan ini diharapkan dapat membantu petani memahami dan menerapkan metode PM AAS secara optimal.
Roswaty berharap, penerapan metode pertanian modern tersebut dapat menjadi langkah konkret dalam meningkatkan hasil produksi padi di Bone Bolango, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Melalui sinergi pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan kelompok tani, DKPP Bone Bolango optimistis target penerapan PM AAS dapat didorong melalui pendampingan langsung di lapangan sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh para petani.














