REDAKSI UTAMA.BONE BOLANGO – Ketua DPRD Bone Bolango Faisal Yunus mengultimatum manajemen RSUD Toto Kabila terkait informasi habisnya bahan medis habis pakai (BHP) untuk layanan hemodialisis atau cuci darah.
Faisal mengaku mendapat informasi tersebut dari sejumlah masyarakat yang menghubunginya. Dia menyebut kondisi itu perlu segera mendapat perhatian karena terdapat puluhan pasien yang rutin bergantung pada layanan hemodialisis di RSUD Toto Kabila.
“Saya mendapat informasi dari beberapa masyarakat yang menghubungi saya, jika stok darah di Rumah Sakit Toto itu habis. Ini tentu saja harus menjadi perhatian, karena kebutuhan darah untuk pasien yang akan cuci darah cukup banyak,” ujar Faisal saat diwawancarai di Gedung DPRD Bone Bolango, Jumat (18/9/2026).
Menurut Faisal, ketersediaan BHP merupakan salah satu kebutuhan penting dalam pelayanan hemodialisis. Jika persediaan tidak tersedia, pelayanan terhadap pasien yang membutuhkan cuci darah berpotensi terganggu.
Karena itu, dia meminta manajemen RSUD Toto Kabila segera mengambil langkah untuk memastikan ketersediaan BHP. Hal tersebut dinilai penting agar pelayanan kepada pasien tidak terhenti.
“Manajemen rumah sakit harus segera mengambil langkah untuk memastikan kebutuhan BHP tersedia, sehingga pasien yang membutuhkan layanan cuci darah tetap bisa mendapatkan pelayanan,” tegasnya.
Faisal menekankan persoalan ketersediaan kebutuhan medis harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan manajemen rumah sakit, mengingat layanan hemodialisis berkaitan langsung dengan kebutuhan rutin pasien penyakit ginjal.














