UMGO – Peringatan Hari Sumpah Pemuda diwujudkan secara nyata oleh Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Provinsi Gorontalo dengan mengajak ratusan Generasi Z melestarikan kerajinan Karawo.
Gerakan pelestarian kearifan lokal ini dikemas melalui ajang Pemuda Fest 2026 yang berlangsung di Gedung Indoor David Bobihoe Akib, Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO), Selasa (27/10/2026).
Berkolaborasi dengan Disparekraf Provinsi Gorontalo, kegiatan ini diikuti oleh ratusan siswa perwakilan SMA, SMK, dan MA se-Kabupaten Gorontalo beserta para mahasiswa UMGO.
Pemuda Fest tahun ini sengaja mengusung tema “Semangat Regenerasi Kepemimpinan untuk Pelestarian Kearifan Lokal Kerajinan Karawo” sebagai ruang pengembangan kreativitas dan jiwa kewirausahaan.
Semangat persatuan yang digaungkan pemuda pada 1928 silam kini direfleksikan kembali dalam bentuk karya dan kemandirian ekonomi. Bagi generasi Z, peringatan Sumpah Pemuda menjadi momentum emas untuk merawat identitas budaya daerah.
Dalam konteks kebangsaan tersebut, IMM mengambil peran strategis sebagai wadah pergerakan intelektual yang menjembatani idealisme mahasiswa. IMM terus berupaya mencetak kader tangguh yang mampu memberikan kontribusi dan inovasi nyata bagi masyarakat.
Ketua DPD IMM Provinsi Gorontalo, Moh. Arif Bina, menyoroti pentingnya langkah strategis untuk membawa kerajinan Karawo agar semakin dikenal luas hingga ke tingkat nasional.
Ia memaparkan bahwa gerakan menasionalisasi Karawo dapat diinisiasi dari lingkungan internal Muhammadiyah dengan memanfaatkan jaringan organisasi yang tersebar di berbagai provinsi.
“Tidak hanya menjual batik Muhammadiyah, kami mengusulkan agar di toko-toko Suara Muhammadiyah juga tersedia Karawo Muhammadiyah,” ungkap Arif dalam sambutannya.
Dukungan jaringan organisasi di berbagai daerah diyakini mampu memperkenalkan kerajinan khas Gorontalo kepada masyarakat yang lebih luas. Sinergi dalam membangun jejaring dan mendorong kreativitas generasi muda inilah yang turut mendapat sambutan positif dari pihak kampus selaku tuan rumah.
Di samping itu, Rektor UMGO, Prof. Dr. Abd. Kadim Masaong, menekankan pentingnya semangat fastabiqul khairat atau berlomba-lomba dalam kebaikan sebagai nilai utama gerakan Muhammadiyah dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM).
Ia mengingatkan organisasi untuk terus menghadirkan kreativitas, inovasi, dan memperluas jejaring agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kalau tidak bergerak, bukan Muhammadiyah. Kalau tidak bergerak, bukan organisasi otonom gerakan. Gerakan ini membutuhkan kreativitas, inovasi, dan jejaring,” tegasnya.
Selain pelestarian budaya, ajang ini membekali peserta dengan literasi keuangan digital melalui pemaparan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo, Bambang Satya Permana.
Pemahaman tentang mentalitas wirausaha tangguh dan adaptif di era digital turut diberikan oleh anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Erwinsyah Ismail, guna melengkapi kapasitas pemuda.
Pembukaan acara bergengsi ini turut disaksikan oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Gorontalo, Nikson Entengo, yang hadir mewakili Gubernur Gorontalo.(Edo)










