REDAKSI UTAMA.Bone Bolango — Memasuki musim kemarau, Perumda Tirta Bolango menghadapi tantangan penurunan debit sumber air yang berdampak pada berkurangnya kapasitas produksi air bersih. Kondisi ini memicu penurunan tekanan distribusi hingga gangguan aliran di sejumlah wilayah pelayanan.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Perumda Tirta Bolango, Lanny D.C Ambouw, S.E., menegaskan komitmennya untuk menjaga kelancaran pasokan air sesuai arahan Bupati Bone Bolango, Drs. H. Ismet Mile, M.M.
Empat langkah strategis yang kini dijalankan Perumda Tirta Bolango:
- Pengerahan Mobil Tangki: Mengirimkan bantuan air bersih secara langsung ke wilayah yang terdampak penurunan debit dan tekanan air.
- Percepatan Perbaikan Kebocoran: Memperketat pemantauan jaringan pipa dan mempercepat penanganan kebocoran guna menekan angka kehilangan air.
- Optimalisasi Sumber dan Produksi: Memaksimalkan operasional instalasi pengolahan air sesuai dengan kapasitas debit yang tersedia.
- Pengaturan Distribusi: Mengatur skema pengaliran air agar pembagian pasokan lebih merata ke area yang mengalami kendala.
“Musim kemarau merupakan tantangan bersama, namun pelayanan kepada masyarakat harus tetap berjalan. Kami terus melakukan berbagai upaya agar kebutuhan masyarakat terhadap air bersih tetap terpenuhi,” ujar Lanny, saat diwawancarai, Minggu (23/8/2026).
Pihak Perumda Tirta Bolango mengimbau pelanggan untuk menggunakan air secara bijak dan menampung air saat aliran sedang normal, sekaligus menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi selama musim kemarau.















