REDAKSI UTAMA.Bone Bolango – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bone Bolango bersama Himpunan Ekonomi dan Bisnis Pesantren (Hebitren) Provinsi Gorontalo memperkuat sinergi dalam mendukung pelaksanaan Pekan Ekonomi Syariah Gorontalo (PESONA) 2026 dan Pekan Nasional (PENAS) XVII Petani dan Nelayan di Gorontalo.
Ketua BAZNAS Bone Bolango, Faisal Pakaya, mengatakan PESONA merupakan agenda tahunan Bank Indonesia untuk meningkatkan literasi ekonomi dan keuangan syariah di tengah masyarakat.
“Tahun ini, PESONA mengusung tema Sinergi Akselerasi Digitalisasi Gorontalo (SERLIGO). Tujuannya mempercepat transformasi digital bagi UMKM dan pelaku usaha daerah, sekaligus membangun ekosistem ekonomi syariah yang semakin kuat dan berdaya saing,” kata Faisal, Minggu (21/6/2026).
Faisal yang juga menjabat Ketua Dewan Pembina Hebitren Provinsi Gorontalo menjelaskan, Hebitren sebagai organisasi mitra binaan Bank Indonesia terus mendorong penguatan ekonomi pesantren melalui peningkatan kapasitas usaha, kemandirian ekonomi, hingga pengembangan produk unggulan berbasis syariah.
Pada pembukaan PESONA 2026 di Taman Budaya Limboto, Jumat (19/6), Faisal dipercaya membacakan doa dalam prosesi pembukaan yang dipimpin Wakil Gubernur Gorontalo. Kegiatan itu turut dihadiri Kepala Perwakilan Bank Indonesia, jajaran pemerintah daerah, Forkopimda, DPRD Provinsi Gorontalo, Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS), pimpinan perguruan tinggi, serta perwakilan pesantren se-Gorontalo.
Di arena PENAS XVII, Hebitren bersama Bank Indonesia menghadirkan stan pameran yang menampilkan berbagai produk unggulan pesantren dan kelompok binaan. Produk yang dipamerkan meliputi hasil pertanian organik, olahan pangan, kerajinan tangan, hingga produk UMKM berbasis syariah.
Selain produk unggulan, stan tersebut juga memperkenalkan layanan Koperasi Syariah Hebitren “Ma’ahid” yang menjadi salah satu binaan Bank Indonesia dalam pengembangan ekonomi masyarakat.
Faisal menyebut antusiasme masyarakat cukup tinggi selama pelaksanaan PESONA maupun PENAS. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana promosi produk pesantren sekaligus edukasi mengenai ekonomi dan keuangan syariah.
Stan Bank Indonesia di arena PENAS juga menjadi salah satu pusat perhatian pengunjung karena menampilkan berbagai produk organik yang dinilai memiliki potensi pasar yang besar.
Pameran tersebut turut mendapat apresiasi dari Sekretaris Daerah Kabupaten Bone Bolango, Iwan Mustapa, yang meninjau langsung produk-produk unggulan pesantren.
Faisal berharap kolaborasi antara BAZNAS, Hebitren, Bank Indonesia, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan terus diperkuat guna mendorong pertumbuhan ekonomi syariah di Gorontalo.
“Melalui kolaborasi yang kuat antara BAZNAS, Hebitren, Bank Indonesia, pemerintah daerah, dan seluruh stakeholder, kita berharap ekonomi syariah di Gorontalo terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.













