redaksiutama.id/ – Pemerintah Kota Gorontalo kembali menorehkan prestasi nasional. Sepanjang 2025, pemerintahan Adhan Dambea dan Indra Gobel mengoleksi 23 penghargaan dari berbagai sektor pembangunan.
Terbaru, Wakil Wali Kota Gorontalo Indra Gobel menerima penghargaan Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) yang diserahkan Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya di Jakarta, Selasa (24/2/2026).
Penghargaan tersebut diberikan berdasarkan rilis IDSD Tahun 2025 oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Kota Gorontalo mencatat skor 4,24 dan masuk lima besar kota dengan nilai di atas 4 secara nasional.
“Ini capaian yang sangat membanggakan. Hanya lima kota di Indonesia yang skornya di atas 4, dan Kota Gorontalo salah satunya,” ujar Indra.
Secara nasional, untuk kategori kabupaten hanya sembilan daerah yang mampu meraih skor serupa. Di tingkat Provinsi Gorontalo, Kota Gorontalo menjadi satu-satunya daerah dengan nilai tertinggi.
Rata-rata kabupaten maupun provinsi lainnya masih berada di kisaran angka 3. Skor 4,24 menempatkan Kota Gorontalo di atas rerata nasional.
Kepala Bapperinda Kota Gorontalo, Heru Z. Talib, menegaskan sertifikat IDSD bukan sekadar simbol. Ia menyebut penghargaan itu merupakan pengakuan atas kerja kolektif seluruh elemen daerah.
“Penghargaan ini adalah representasi dari sinergi pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat dalam memperkuat fondasi pembangunan yang berdaya saing,” jelasnya.
Indeks Daya Saing Daerah mengukur sejumlah dimensi strategis. Di antaranya lingkungan pendukung, kualitas sumber daya manusia, efisiensi pasar, hingga ekosistem inovasi.
Lingkungan pendukung mencakup institusi, infrastruktur, adopsi teknologi informasi dan komunikasi, serta stabilitas ekonomi makro. Sementara kualitas SDM dinilai dari aspek kesehatan dan keterampilan.
Efisiensi pasar meliputi produk, tenaga kerja, sistem keuangan, dan ukuran pasar. Adapun ekosistem inovasi menilai dinamika bisnis dan kapabilitas inovasi daerah.
Heru menambahkan, capaian dari BRIN harus dimaknai sebagai momentum perbaikan berkelanjutan. Pemerintah daerah didorong memperkuat kolaborasi lintas sektor dan transformasi ekonomi berbasis inovasi.
“Daya saing bukan sekadar angka. Ini mencerminkan efektivitas perencanaan, konsistensi pengendalian program, serta kemampuan pemerintah menciptakan iklim usaha yang sehat dan produktif,” tegasnya.(*)

















