REDAKSI UTAMA.PURWOKERTO – Ichsan Budi Wantogia, Asisten III Bidang Administrasi Umum dan Keuangan Sekretariat Daerah Kabupaten Bone Bolango yang juga menjabat Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, meraih penghargaan Young Scholars Award 2026 bersama tim peneliti Universitas Negeri Gorontalo (UNG).
Penghargaan tersebut diraih melalui penelitian berjudul “Social Conflict Resolution in Gold Mining from a Collaborative Governance Perspective: A Study in the PT Gorontalo Minerals Concession Area in Bone Bolango Regency.”
Penelitian itu mengkaji penyelesaian konflik sosial dalam aktivitas pertambangan emas di wilayah konsesi PT Gorontalo Minerals, Kabupaten Bone Bolango, dengan menggunakan pendekatan tata kelola kolaboratif atau collaborative governance.
Ichsan tidak bekerja sendiri dalam penelitian tersebut. Dia berkolaborasi dengan tiga peneliti lainnya, yakni Rauf A. Hatu, Yanti Aneta, dan Udin Hamim. Keempatnya tercantum dalam sertifikat penghargaan dengan afiliasi Universitas Negeri Gorontalo.
Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian IAPA Annual Conference 2026 dan ICPSH FISIP Unsoed 2026 yang berlangsung pada 21-23 Oktober 2026 di Purwokerto, Jawa Tengah.
Konferensi tersebut mengusung tema “Navigating Transitions: Governance, Society, and Global Connectivity in the Ages of Digital Transformation”. Tema ini menyoroti dinamika tata kelola pemerintahan, masyarakat, dan konektivitas global di tengah perkembangan transformasi digital.
Penelitian yang mengantarkan tim UNG meraih penghargaan ini mengangkat persoalan konflik sosial dalam aktivitas pertambangan emas. Isu tersebut berkaitan dengan hubungan antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat di sekitar wilayah operasional pertambangan.
Melalui perspektif collaborative governance, penelitian ini menempatkan komunikasi, koordinasi, dialog, serta partisipasi para pemangku kepentingan sebagai aspek penting dalam memahami persoalan dan mencari pendekatan penyelesaian konflik.
Pendekatan tersebut relevan dengan tantangan pembangunan daerah, terutama dalam mengelola hubungan antara kepentingan pembangunan, aktivitas usaha, dan kondisi sosial masyarakat.
Keterlibatan pria yang akrab disapa Budi dalam penelitian ini juga mempertemukan perspektif akademik dengan pengalamannya dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.
Kajian tersebut diharapkan dapat memperkaya referensi dalam memahami persoalan tata kelola pembangunan, khususnya terkait penyelesaian konflik sosial dan hubungan antarpemangku kepentingan di wilayah pertambangan.
Young Scholars Award merupakan penghargaan yang ditujukan untuk mengapresiasi kontribusi ilmiah para peneliti muda melalui karya penelitian dan pengembangan pemikiran akademik.
Raihan penghargaan ini menjadi pengakuan atas karya penelitian tim UNG yang mengangkat persoalan nyata di daerah ke dalam kajian akademik.
Selain memperkuat kontribusi akademik, penelitian berbasis persoalan lokal juga dapat menjadi bahan pertimbangan dalam memahami tantangan pemerintahan dan pembangunan daerah.
Penghargaan yang diraih Budi bersama tim peneliti UNG tersebut sekaligus menjadi momentum untuk terus mengembangkan penelitian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dinamika pembangunan di Kabupaten Bone Bolango.
Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi referensi dalam mendorong tata kelola pembangunan yang lebih kolaboratif dengan memperhatikan aspek sosial serta kepentingan berbagai pihak.









